Katalogisasi Bahan Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Perpustakaan mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan.

Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu pengetahuan. Sedangkan perpustakaan merupakan jantung bagi kehidupan aktifitas akademik, karena dengan adanya perpustakaan dapat diperoleh data atau informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, perpustakaan harus menjadi sarana aktif/interaktif dan menjadi tempat dihasilkannya berbagai hal baru.

Oleh karena itu pada makalah ini kami bahas tentang salah satu bagian dari manajemen perpustakaan, yaitu Katalogisasi dan Pemeliharaan buku. Semoga dengan pembahasan ini kita dapat mengambil hikmahnya sehingga dapat di implementasikan dalam kehidupan kita. 

BAB II
KATALOGISASI

A. Arti Katalogisasi
Perpustakaan sebagai suatu sistem informasi berfungsi menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk serta pengaturannya sedemikian rupa, sehingga informasi yang diperlukan dapat diketemukan kembali dengan cepat dan tepat. Untuk itu informasi yang ada diperpustakaan perlu diproses dengan system katalogisasi (cataloging).

Proses katalogisasi merupakan pembuatan identitas atau data bibliografi bahan pustaka dengan tujuan mempermudah pengguna jasa perpustakaan untuk temu kembali informasi bahan pustaka. Data bibliografi tersebut biasanya terdiri dari, pengarang, pengarang tambahan, judul, anak judul, judul seragam, penerbit, tempat terbit, edisi, tahun terbit,bibliografi, jumlah halam dll.

B. Tujuan dan Fungsi Katalog
Tujuan katalogisasi menurut Carles Ammi Cutter (dalam Qalyubi, 2007) bahwa tujuan catalog perpustakaan adalah :
1. Memberikan kemungkinan seseorang menemukan sebuah buku yanh diketahui berdasarkan pengarang, judul buku dan subyeknya.
2. Menunjukan buku yang dimilki perpustakaan dari pegarang tertentu, berdasarkan subyek tertentu, dan dalam literatur tertentu.
3. Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya.

Adapun fungsi dari pembuatan katalog adalah untuk mempermudah pencarian buku dalam perpustakaan berdasarkan pengarang, judul dan subyek.

C. Cara Membuat Katalog
Sistem katalogisasi yang dikembangkan mengalami berbagai tahapan penyeragaman peraturan katalogisasi. perkembangan terakhir yang sampai sekarang masing digunakan untuk pedoman katalogisasi secara internasional adalah : Anglo American Cataloguing Ruler 2 : Revised ( 1988 )/ AACR2R.

Sedangkan perpustakaan mempunyai bentuk fisik katalog yang bermacam-macam:
1. Katalog Kartu (Card Catalog) ukuran 7,5cm x 12,5 cm
2. Katalog Berkas (Sheaf Catalog) ukuran 10 cm x 20 cm
3. Katalog Cetak atau Katalog Buku (Printed Catalog)
4. Katalog OPAC (Online Public Access Catalog).

Sedangkan untuk jenis katalog perpustakaan ada beberapa jenis :
1. Katalog Shelflist
2. Katalog Pengarang
3. Katalog Judul ; dan
4. Katalog Subyek.

D. Cara Menyusun Katalog
Cara menyusun katalog ada 2 macam yaitu :
a) Bagi kelompok kartu katalog yang pengarang, kartu katalog judul, dan kartu katalog subyek, masing-masing di susun menurut urutan secara alfabetis dari pada huruf-huruf nama pengarang, judul dan subyek.
b) Bagi kelompok katalog shelflist, disusun menurut urutan nomor penempatan yang tercantum pada sudut kiri atas, sepertihalnya menyusun buku pada rak buku menurut urutan nomor penempatan yang tercantum pada label yang di tempelkan pada punggung buku.

BAB III
PENYUSUNAN DAN PEMELIHARAAN BUKU

A. Penyusunan Buku
Dalam menyusun buku terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Buku-buku di susun menurut urutan nomor klas mulai dari yang terkecil sampai pada yang terbesar.
2. Kemudian susunan dilanjutankan dengan susunan menurut urutan secara alfabetis 3 huruf kependekan nama utama / keluargapengarangsatu persatu, mulai huruf ke 1, 2 ,dan ke 3, dilanjutkan dengan urutan secara alfabetis pula satu huruf pertama dari judul.
3. Selanjutnya diteruskan dengan urutan nomor maupun huruf lain yang kiranya masih trcantum dalam label nomor penempatan.

B. Pemeliharaan Buku
Bahan pustaka adalah unsur penting dalam sistem perpustakaan, dimana bahan pustaka harus dilestarikan karena memiliki nilai informasi yang mahal. Bahan pustaka berupa terbitan buku, berkala (surat kabar dan majalah), dan bahan audio visual seperti audio kaset, video, slide, CD-Rom dan sebagainya.

Pemeliharaan bahan pustaka tidak hanya secra fisik saja, namun juga meliputi isinya yang berbentuk informasi yang terkandung di dalamnya.
Pemliharaan merupakan kegiatan mengusahakan agar bahan pustaka yang kita kerjakan tidak cepat mengalami kerusakan, awet, dan bisa dipakai lebih lama serta bisa menjangkau lebih banyak pembaca perpustakaan.

Pemeliharaan Bahan Pustaka pada dasarnya ada 2 (dua) cara :
1.Pemeliharaan kondisi lingkungan bahan pustaka, yang meliputi :
a) mencegah kerusakan bahan pustaka dari pengaruh cahaya.
b) mencegah kerusakan bahan pustaka dari pengaruh suhu udara dan kelembaban udara
c) mencegah kerusakan dari faktor kimia, partikel debu, dan logam dari udara
d) mencegah kerusakan dari faktor biota dan jamur
e) mencegah kerusakan dari faktor air
f) mencegah kerusakan dari faktor kebakaran
g) melakukan fumigasi ; tindakan pengasapan yang bertujuan mencegah,

2. Pemeliharan kondisi fisik bahan pustaka meliputi :
a) menambal dan menyambung
b) menambal dengan bubur kertas
c) menambal dengan potongan kertas
d) menambal dengan kertas tisu
e) menyambung dengan kertas tisu
f) laminasi dengan tangan
g) laminasi dengan mesin pres panas
h) laminasi dengan filmoplast
i) enkapsulasi (memberikan bahan pelindung dengan film plastik polyester )
j) penjilidan dan perbaikan

Dalam pemeliharaan bahan pustaka ada beberapa tujuan yang hendak dicapai terkait dengan kegiatan pemeliharaan bahan pustaka di perpustakaan :
1) menyelamatkan nilai informasi yang terkandung dalam setiap bahan pustaka atau dokumen
2) menyelamatkan bentuk fisik bahan pustaka atau dokumen
3) mengatasi kendala kekurangan ruang (space)
4) mempercepat proses temu balik atau penelusuran dan perolehan informasi
5) menjaga keindahan dan kerapian bahan pustaka

Kegiatan Pemeliharaan bahan pustaka memiliki beberapa fungsi antara lain :
1) Fungsi perlindungan : upaya melindungi bahan pustaka dari beberapa faktor yang mengakibatkan kerusakan
2) Fungsi pengawetan : upaya pengawetan terhadap bahan pustaka agar tidak cepat rusak dan dapat dimanfaatkan lebih lama lagi.
3) Fungsi kesehatan : upaya menjaga bahan pustaka tetap dalam kondisi bersih sehingga tidak berbau pengap dan tidak mengganggu kesehatan pembaca maupun pustakawan.
4) Fungsi pendidikan : upaya memberikan pendidikan kepada pembaca, bagaimana memanfaatkan bahan pustaka yang baik dan benar
5) Fungsi kesabaran : upaya pemeliharaan bahan pustaka membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Explore posts in the same categories: Kajian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: