Menigkatkan Kualitas Guru

Setiap kali kita berada pada masa akhir tahun ajaran sekolah, perhatian masyarakat akan tertuju kepada betapa rendahnya kualitas pendidikan sekolah, hal itu dibuktikan dengan rendahnya nilai yang diperoleh oleh peserta didik, serta rendahnya nilai moral peserta didik.

Rendahnya penilaian tersebut akan senantiasa selalu di kaitkan dengan rendahnya mutu guru dan kualitas pendidikan guru. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sasaran utama yang perlu dibenahi adalah kualitas guru dan kualitas pendidikan guru.

Ada tiga kegiatan penting yang diperlukan oleh guru untuk bisa meningkatkan kualitasnya sehingga bisa terus mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya.

Pertama para guru harus memperbanyak tukar pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman mengembangkan materi pelajaran dan berinteraksi dengan peserta didik. Tukar pikiran tersebut dapat dilaksanakan dalam pertemuan antar guru ataupun dalam seminar-seminar yang berkaitan dengan hal itu.

Kegiatan ini hendaknya selalu mengangkat topik pembicaraan yang bersifat aplikatif, artinya hasil dari pertemuan tersebut bisa dugunakan secara langsung untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa dalam kegiatan tersebuat hendaknya faktor-faktor yang bersifat struktural perlu dibuang jauh-jauh. Misalnya tidak perlu yang memimpin harus kepala sekolah dan lain sebagainya.

Kedua dalam pertemuan yang dihadiri oleh para guru hendaknya dibicarakan mengenai hasil penelitian yang dilakukan oleh para guru itu sendiri, karena dengan demikian guru harus melakukan penelitian sehingga dengan ini dapat diyakini bahwa semua hasil penelitian tentang apa yang terjadi di kelas dan di sekolah adalah sangat penting untuk dibahas dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Karena para gurulah yang yang secara detail mengetahui dan memahami apa yang terjadi disekolah khususnya dikelas. Misalnya, apa yang harus dilakukan guru untuk menghadapi murid yang malas atau pemalu dalam kelas ? dan bagaimana cara menanggulangi peserta didik yang sering mengganggu temannya ?

Masalah-masalah diatas jarang diteliti, kalaupun pernah pendekatan yang dilakukan cenderung teoritis akademis sehingga sulit di terapkan dalam praktek proses belajar mengajar.

Ketiga guru harus membiasakan diri untuk mengkomonikasikan hasil penelitian yang dilakukan khususnya melalui media cetak. Untuk itu tidak ada alternatif lain bagi guru untuk meningkatkan kemampuannya kecuali dengan menulis laporan penelitiannya.

Sebagai kesimpulan seorang pendidik atau guru harus mempunyai konsep Asah, Asuh, dan Asih. Asah artinya antara guru yang satu dengan guru yang lain saling membantu untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya. Asuh adalah saling membimbing dengan tulus dan ikhlas antara guru yang satu dengan guru yang lain. Sedang kan Asih artinya adalah menjalin hubungan kekeluargaan yang akrab antara yang satu dengan yang lainnya sehingga tampak familiar.

Explore posts in the same categories: Kajian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: