KETIKA MURID DEMAM BATU AKIK

Oleh : Subliyanto*

Fenomina batu akik tidak hanya menjadi trend di kalangan pria dewasa. Namun juga merambat di kalangan siswa. Tak sedikit diantara siswa yang memakai akik dan bahkan mereka mengetahui nama dari masing-masing jenis batu mulia tersebut.

Suatu hari seorang guru mengadakan razia di tas bawaan siswanya,razia tersebut tidak ada tujuan khusus untuk batu akik,namun razia tersebut memang sudah rutin dilakukan sebagai bagian dari monitoring siswa selama kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung.

Terdapat hal yang mengejutkan bagi sang guru,pasalnya ia menemukan dua cincin akik yang diameternya cukup besar. Tidak hanya itu bahkan ditemukan juga batu akik yang masih bongkahan di tas salah satu muridnya.

Tanpa panjang lebar komunikasi,sang guru menyitanya sebagai antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkannya,dan meminta orang tua murid yang bersangkutan untuk mengambilnya.

Cerita singkat di atas setidaknya menjadi bahan referensi bagi kita baik sebagai orang tua maupun sebagai guru,karena jika demam batu akik sudah melanda siswa maka sangat besar kemungkinannya kegiatan pembelajaran terganggu karena siswa akan disibukkan dengan batu akiknya,belum lagi termasuk yang menyalah gunaannya.

Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya ?

Ada beberapa hal yang kiranya perlu kita sampaikan kepada siswa kita yang juga sedang kepincut batu akik.

Pertama,kita sebagai orang tua dan guru hendaknya memberikan pemahaman kepada siswa tentang kedudukan batu akik,baik ditinjau dari segi hukum memakainya,maupun dari sisi yang lain yang ada relevansi dan korelasinya.

Kedua,karena batu akik sudah menjadi trend di kaum pria,maka sekolah perlu membuat aturan-aturan yang membatasinya yang kemudian dituangkan ke dalam SOP agar tidak mengganggu kegiatan pembelajaran yang seharusnya menjadi diprioritaskannya.

Ketiga,sebagai orang tua dan guru kita juga harus mewaspadai fenomina batu akik yang sedang melanda pria,jangan sampai kita terjebak dengan hal-hal yang kecil bentuknya tapi besar pengaruhnya,apalagi sampai mengarah kepada kesyirikan. Hal ini juga perlu kita sampaikan kepada anak didik kita.

Semoga dengan lebih hati-hati dapat mengantarkan kita semua menjadi orang-orang yang selamat di dunia terlebih di akhirat kelak.Wallahu a’lam

*Penulis adalah pendidik di Sleman Yogyakarta,twitter @Subliyanto.

Explore posts in the same categories: Kajian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: