MENDAMPINGI ANAK HINGGA LUAR RUMAH

Oleh : Subliyanto*

“Anak-anak tetaplah anak-anak,yang harus mengerti adalah kedua orang tuanya”

Ungkapan tersebut tentunya patut menjadi catatan bagi kita sebagai orang tua,karena kesimpulannya kalau terjadi apa-apa terhadap anak-anak kita yang menjadi sorotan utama dan dimintai pertanggung jawaban pertama adalah kita sebagai orang tuanya,lebih-lebih pertanggung jawaban disisi Allah subhanhu wa ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah anak manusia dilahirkan melainkan pasti lahir di atas fitrahnya,maka kemudian orang tuanyalah yang membuatnya menjadi yahudi atau nasrani atau majusi” (HR.Bukhari-Muslim).

Anak yang Allah berikan kepada kita merupakan sebuah amanah yang harus kita jaga. Jika kemudian anak-anak kita menyimpang,mereka menjadi yahudi,atau nasrani ataupun majusi,dan ahli maksiat,maka kita sebagai orang tua nemiliki andil besar sebagai penyebabnya,karena orang tua adalah pihak yang sejak awal paling dekat dan berpengaruh langsung kepada mereka,dan lalai tidak memberikan pendidikan yang tepat sejak usia dini.

Tugas kita sebagai orang tua adalah mendampinginya dengan memberi arahan dan bimbingan kepadanya,sesuai dengan arahan dan bimbingan yang telah Allah dan Rasulnya ajarkan kepada kita.

Pendidikan merupakan jalur utama yang harus kita tempuh untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang shaleh dan shalehah.

Terdapat tiga elemen pendidikan yang setidaknya akan dilalui oleh anak-anak kita,yaitu pendidikan keluarga dalam hal ini di rumah,pendidikan formal dalam hal ini sekolah,dan pendidikan non formal dalam hal ini lingkungan masyarakat.

Pendidikan keluarga yang menjadi tokoh utamanya adalah kita sebagai orang tua,sehingga kita harus memberikan contoh yang baik dalam semua aspek yang kita lakukan.

Pendidikan formal dalam hal ini sekolah yang menjadi tokoh utamnya adalah guru,selain itu terdapat tokoh-tokoh yang lain yang juga berperan aktif dalam mendidik anak-anak kita,termasuk juga adalah teman sebaya dan tentunya kita sebagai orang tua.

Tentunya semua tokoh tersebut harus juga berperan aktif memberikan contoh yang baik bagi anak-anak kita agar anak-anak kita menjadi generasi yang baik.

Selanjutnya pendidikan non formal yang cakupannya lebih luas lagi. Tokoh yang berperan di dalamnya adalah kita sebagai orang tua,dan masyarakat di sekitar kita.

Lantas apa yang harus kita lakukan pada elemen pendidikan yang ketiga ini,terlebih ketika anak-anak kita pulang sekolah ?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas alangkah idealnya kalau kita bertanya dulu kepada diri kita sendiri,ketika anak pulang sekolah apakah kita sudah pulang dari tempat kerja dan sudah siap menemani anak-anak di rumah ?

Kalau ketika anak-anak kita pulang sekolah dan kita sudah siap di rumah untuk menemani mereka,maka mungkin lebih mudah bagi kita untuk menjawab pertanyaan pertama,karena kita bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak kita,menemani mereka,dan memberi arahan dan bimbingan kepada mereka.

Namun jika ketika anak-anak kita pulang sekolah,kita masih berada di tempat kerja,apalagi antara ayah dan ibu juga sama-sama bekerja,maka mungkin kita perlu ektra untuk menjawab pertanyaan pertama di atas.

Setidaknya ada beberapa hal yang mungkin bisa untuk kita lakukan untuk membimbing anak-anak kita ketika pulang sekolah.

Pertama,jika ketika anak-anak kita pulang sekolah dan kita sudah berada di rumah,maka temanilah mereka dalam segala aktivitasnya,sehingga terhindar dari pengaruh-pengaruh  negatif di lingkungan kita.

Kedua,jika kita sebagai orang tua yang sama-sama bekerja (ayah dan ibu),sehingga ketika anak-anak kita pulang sekolah kita tidak berada di rumah untuk menemani mereka,maka buatlah jadwal kegiatan untuk anak-anak kita sepulang sekolah,misalkan dengan mengikutkan kegiatan pengembangan diri di sekolah,les privat di rumah,kegiatan TPA dan sebagainya.

Ketiga,jangan biarkan anak-anak kita sendirian di rumah ketika pulang sekolah,apalagi rumah kita dilengkapi dengan perangkat media yang sudah serba canggih,seperti internet,game,televisi dan lain sebagainya. Semua itu harus ada yang mengawasinya,paling tidak kakek atau nenek bisa menemaninya di rumah.

Keempat,kuatkanlah anak-anak kita dengan pemahaman keislaman,mulai dari aqidah,akhlak,fiqih dan sebagainya,hingga anak-anak kita betul-betul faham dan tertanam di dalam hati mereka,sehingga dengan sendirinya mereka akan bisa membedakan yang baik dan yang buruk,yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh.

Tentunya kita semua mengharapkan anak-anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah,karenanya mari kita bimbing,dan dampingi anak-anak kita setiap saat,kapanpun dan dimanapun mereka berada,serta dengan siapapun mereka berinterakasi.

Tak mudah memang untuk melakukan hal itu karena kita dibatasi kemampuan baik secara ilmu,materi,maupun yang lainnya. Tapi percayalah Allah maha kaya atas semua itu,karenanya kita titipkan anak-anak kita kepadaNya,dan do’akan mereka dalam setiap waktu. Wallahu a’lam.

*Penulis adalah pendidik di Hidayatullah Sleman Yogyakarta, twitter : @Subliyanto

Explore posts in the same categories: Kajian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: