LAKSANAKAN TUGAS KARENA ALLAH !

Oleh : Subliyanto*

Salah satu kebiasaan buruk manusia adalah mengeluh dalam melaksanakan tugas. Entah keluhan itu karena kurangnya hak yang seharusnya didapatkannya atau karena kelebihan beban tugas yang diamanahkannya.

Disisi lain keluhan itu wajar jika memang terjadi ketidak sesuaian antara kewajiban dan haknya. Namun keluhan itu juga akan menjadi racun yang mematikan spritual manusia jika keluhan itu mengarah kepada kelemahan dan kemalasan.

Lemah dan malas merupakan dua akhlak yang tercela,karenanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari dua akhlak ini.

Do’a yang sering beliau ucapkan terkait dua hal ini adalah : “Ya Allah,sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari kelemahan,kemalasan,sikap pengecut,dan penyakit tua,serta kekikiran.” (HR.Bukhari-Muslim)

Beliau juga berwasiat agar beramal dengan giat,sebagaimana dalam sabdanya : “Bekerja giatlah pada apa yang bermanfaat bagimu,dan mohonlah pertolongan kepada Allah,janganlah melemah,bila sesuatu menimpamu,maka jangan kamu katakan “andaikan saya begini,niscaya akan begini”,akan tetapi katakanlah “Allah telah menentukan dan apa yang Dia (Allah) kehendaki,maka Dia laksanakan”. Sebab kata “andaikan” akan membuka pekerjaan setan.” (HR.Muslim)

Berbicara tugas dan amanah tidak lepas dari konsep empat sifat Rasulullah,yaitu siddiq,amanah,tabligh,dan fatonah. Karena keempat sifat tersebut bak dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Kalo kita uraikan secara urut bahwa pribadi yang jujur akan diberi amanah oleh Allah,kemudian jika amanah sudah Allah berikan,maka kita mempunyai tugas untuk menyampaikannya (tabligh),selanjutnya jika kita sudah melaksanakan amanah dengan baik,maka Allah akan memberi gelar kehormatan kepada kita sebagai orang yang terpercaya (fatonah).

Sebagai seorang muslim yang mengemban tugas dan amanah yang sangat besar lantas kemudian apa yang harus kita lakukan,dan bagaimana agar terhindar dari dua akhlak tercela di atas ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas tentunya hendaknya kita kembali merujuk kepada tugas pokok kita sebagai manusia yang sudah termaktub dalam alQur’an.

Dalam alQur’an dijelaskan bahwa tugas pokok manusia adalah sebagai ‘abdullah dan khalifatullah,sebagaimana disebutkan dalam firmanNya :

“Wahai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS.al-Baqarah : 21)

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”….. (QS.al-Baqarah : 30)

Sehingga kesimpulannya adalah apapun tugas dan amanah yang kita emban maka laksanakanlah dengan ikhlas karena Allah,karena sesungguhnya tugas yang kita emban adalah amanah dari Allah,dan ikhlas merupakan kunci diterimanya amal perbuatan kita.

Allah berfirman : ” Katakanlah,sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama.” (QS.az-Zumar : 11)

Wallahu a’lam

*Penulis adalah pendidik di Hidayatullah Sleman Yogyakarta,twitter @Subliyanto

Explore posts in the same categories: Kajian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: